Masih bingung dengan manakah penulisan yang benar, khusnul khatimah atau husnul khatimah? Penulisan yang berbeda satu huruf saja bisa merubah maknanya. Terutama penulisan beberapa kalimat bahasa arab yang antar satu huruf hijaiyah dengan lainnya sudah sangat rawan menimbulkan kesalahpahaman.

Demikian juga antara kata khusnul dan husnul. Di komentar Facebook, chat WhatsApp, atau ruang-ruang public lainnya masih banyak kita temukan penulis yang salah. Untuk menghindarinya, kita akan membahas isi khutbah husnul khatimah yang benar berdasarkan arti masing-masing kata.

Mengupas Tuntas Arti Kata Husnul Dan Khusnul

Pixabay.com

Ustad Faishal Zulkarnaen, pengasuh pondok pesantren Darul Hikam kabupaten Mojokerjo menjelaskan perbedaan antara kata husnul dan khusnul. Kata husnul berarti kebaikan sedangkan khusnul bermakna hina atau buruk. Dalam hal ini, penggunaan penulisan yang tepat adalah husnul khatimah.

Setelah mengetahui arti dari keduanya, tentu kita harus menjadi lebih hati-hati dalam menulis. Pasalnya, kelebihan satu huruf saja dapat menunjukkan arti yang sangat berseberangan. Bayangkan ketika kita sedang mendoakan seseorang untuk mendapatkan akhir baik dalam hidupnya dalam malah keliru mendoakan keburukan dalam akhir hidupnya.

Mulai sekarang, lebih teliti lagi dalam menulis harapan atau ucapan husnul khatimah. Jangan lupa untuk mengingatkan beberapa saudara yang masih bingung membedakan keduanya agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terjadi lagi dan kesalahpahaman bisa diminimalisir.

Makna Husnul Khatimah

Pixabay.com

Lafad husnul berarti baik. Kata khatimah berarti akhir atau penghabisan. Istilah husnul khatimah digunakan untuk menyebut akhir kehidupan seseorang sebelum meninggal. Seseorang yang meninggal dalam keadaan bertaubat atau dengan keadaan ruhani yang baik dapat menjadi pertanda awal kebahagiaan nya di akhirat kelak.

Husnul khatimah adalah impian seluruh umat Islam yang beriman. Husnul khatimah sebagai pertanda kasih sayang Allah kepada hamba tersebut. Akhir yang baik di dunia adalah suatu awal baik pula di akhirat. Wajar saja, apabila setiap sehabis shalat fardhu setiap muslim selalu melafalkan doa meminta husnul khatimah.

Sebuah hadis menyebutkan bahwa beberapa jenis kematian adalah husnul khatimah. Beberapa bentuk husnul khatimah tersebut adalah

  • Seorang ibu yang meninggal ketika melahirkan
  • Meninggal ketika berperang di jalan Allah SWT (mujahidin)
  • Meninggal karena mempertahankan harta bendanya
  • Meninggal saat melakukan amalan ibadah seperti shalat dan puasa
  • Meninggal karena kebakaran atau tenggelam

Orang-orang yang meninggal karena sebab tersebut oleh Allah dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mati syahid atau husnul khatimah. Namun demikian, tidak berarti selain golongan tersebut adalah su’ul khatimah atau memiliki akhir kehidupan yang buruk.

Pada hakikatnya, seorang manusia tidak boleh menyatakan seseorang itu mengalami husnul khatimah atau su’ul khatimah. Yang mengetahui keadaan sebenarnya ketika seseorang menghadapi kematian hanyalah Allah semata. Oleh karena itu cukuplah setiap insan memohon husnul khatimah untuk dirinya masing-masing tanpa perlu mendefinikan akhir kehidupan orang lain.

Jika anda masih merasa tidak pantas mendapatkan husnul khatimah, percayalah bahwa setiap orang selalu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengampunanNya. Husnul khatimah itu bagaikan cita-cita dimana setiap orang harus berusaha untuk meraihnya.

Usaha tersebut tentu saja dengan selalu bertakwa kepadaNya, menjalankan ibadah yang wajib ataupun sunnah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasanya diremehkan orang seperti menggunjing, berbohong, dan lain sebagainya.

Jika kita selalu berupaya menjadi orang yang baik, niscaya Allah akan memberikan anugerah berupa akhir yang bahagia dalam hidup kita. Apa sesungguhnya yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan di akhirat kelak?